26 Desember 2024 - 14:09
 Keberadaan Sayyidah Fatimah Zahra s.a. adalah Anugerah Besar Ilahi bagi Umat Manusia

Ayatullah Sayyid Muhammad Taqi Modarresi, mengajak kaum muslimah untuk menjadikan Sayyidah al-Siddiqah al-Tahirah s.a. sebagai teladan dalam membangun keluarga yang mulia.

Menurut Kantor Berita Internasional Ahlulbait  - ABNA - Ayatullah Sayyid Muhammad Taqi Modarresi, salah seorang marja taqlid Irak, dalam perayaan wiladah Sayyidah Fatimah Zahra s.a., mengajak kaum muslimah untuk menjadikan Sayyidah al-Siddiqah al-Tahirah s.a. sebagai teladan dalam membangun keluarga yang mulia.

Ia menekankan pentingnya keluarga dalam membangun masyarakat dan umat, serta melawan mereka yang merasa bangga atas pembunuhan anak-anak dan orang-orang yang tidak bersalah serta penyimpangan dari fitrah manusia di dunia. Ayatullah Modarresi juga mengingatkan bahwa perang, bencana, dan penyimpangan yang kita saksikan saat ini adalah akibat dari menjauhnya umat manusia dari iman kepada Allah dan ajarannya serta menjauh dari meneladani keluarga Nabi dan mengikuti mereka.

Ia menjelaskan sebagian dari wawasan dan pemahaman Al-Qur'an dengan berkata: "Rumah-rumah adalah tempat para reformis yang dapat mengubah realitas dengan memperhatikan pendidikan putra dan putri di rumah."

Ayatullah Modarresi juga menyatakan bahwa seorang putri tidak seharusnya hanya berpikir untuk mendapatkan gelar universitas dan kemudian menikah, tetapi juga harus memikirkan bagaimana menjadi ibu teladan seperti Sayyidah Fatimah Az-Zahra s.a., yang menjadi panutan, dan mengatakan: "Tanggung jawab ini adalah tanggung jawab kita semua, termasuk ayah, ibu, dan seluruh anggota keluarga."

"Adanya laki-laki yang dididik oleh ibu-ibu yang terdidik dan layak memungkinkan kita untuk menghadapi tantangan serius saat ini." Tambahnya.

Ayatullah Modarresi, sambil merujuk pada kejahatan-kejahatan mengerikan yang dilakukan terhadap orang-orang tak berdosa di dunia, menggambarkannya sebagai dunia yang brutal di mana sekitar 45.000 orang dibunuh di Gaza demi ambisi kekuasaan.

Di bagian akhir penyampaiannya, ia mengatakan "Sayyidah Zahra s.a. adalah panutan bagi setiap pejuang dan revolusioner, dan akan tetap menjadi panutan hingga hari munculnya Sayyidina Al-Hujjah bin Al-Hasan Al-Mahdi afs, dan pada saat itu, orang-orang akan mengetahui kebenaran tentang Sayyidah Fatimah Az-Zahra s.a.."

"Keberadaan Sayyidah Fatimah Zahra s.a. dianggap sebagai salah satu anugerah besar Ilahi bagi umat manusia; karena ia adalah kesinambungan risalah dan Rasul yang oleh Al-Qur'an dijelaskan sebagai rahmat bagi semesta. Seperti kita mengenal Islam, kita juga harus mengenal Sayyidah Fatimah Zahra s.a." Tutupnya.